Barito Pacific Kembangkan Kawasan Industri di Tangerang

Kompas.com, 01/08/2019
 
Terstimulasi tingginya minat akan lahan kawasan industri dan pergudangan, imperium bisnis yang dirintis Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk, mengembangkan Griya Idola Industrial Park (GIIP) di kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menurut Senior Associate Director Industrial Services Colliers International Indonesia, Rivan Munansa, GIIP dikembangkan melalui anak usaha PT Barito Pacific Tbk yakni PT Griya Tirta Asri yang merupakan sayap bisnis properti. "Luas lahan yang dikembangkan sekitar 50 hektar.

Di dalamnya tidak hanya kavling-kavling untuk industri, melainkan juga dikombinasikan dengan berbagai macam fungsi yang mendukung kebutuhan industri," papar Rivan kepada Kompas.com, Selasa (7/4/2015).

GIIP, lanjut Rivan, berbeda dibanding kawasan industri lainnya. Properti ini mengintegrasikan lahan industri dengan gudang multiguna, service center, perkantoran, workshop, ruko, dan ruang ritel sebagai fasilitas penunjang. GIIP dilengkapi juga dengan fasilitas pengolahan air bersih, dan air limbah.

"Selain itu, mengakomodasi kebutuhan tiga hingga empat besar penyewa sebagai major anchor, dan menarwakan area untuk dikembangkan dengan skema built to suit atau dibangun sesuai kebutuhan dan permintaan spesifik calon penyewa," tutur Rivan.

Ada pun harga sewa pergudangan dan kavling industri, menurut Rivan tidak jauh beda dengan kawasan-kawasan industri lainnya di Bekasi Timur, Cikarang, maupun Cilegon.

Sekadar informasi, menurut studi Colliers International Indonesia harga lahan industri di Bogor mencapai rerata 169,3 dollar AS per meter persegi, di Bekasi sekitar 222,5 dollar AS per meter persegi, di Tangerang 152,3 dollar AS per meter persegi, di Karawang 185 dollar AS per meter persegi, dan di Serang sekitar 132,8 meter persegi. Harga ini di luar biaya pengelolaan.

Secara umum, bisnis kawasan industri di Jadebotabek, dan Serang-Cilegon, pada kuartal I 2015 relatif stabil. Pertumbuhannya masih positif. Hal ini terlihat dari kinerja penjualan sebanyak 26 persen dari total penjualan 2014 yang mencapai sekitar 1.300 hektar. "Tingkat permintaan masih tinggi di satu sisi, sementara di sisi lain pasokan terbatas, terutama di daerah timur Jakarta.

Tak heran jika beberapa pengembang melakukan perluasan lahan untuk kawasan industri," ungkap Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Ferry melanjutkan, permintaan untuk tahun ini tidak lagi digerakkan oleh sektor otomotif, melainkan sektor consummer goods dengan porsi 35,45 persen, makanan dan minuman 17,22 persen, material bangunan 13,87 persen, bahan kimia 10,06 persen, dan alat berat 9,25 persen.

Sektor otomotif sendiri menelan porsi 6,94 persen. Sepanjang kuartal I tahun ini, pertambahan lahan berasal dari Bekasi Fajar Industrial Estate seluas 50 hektar. Tahun depan, kata Ferry, akan ada banyak stok lagi yang siap diperkenalkan kepada pasar.

Source : kompas.com

OTHER NEWS

Sebagai wujud komitmen dan dukungan sosial terhadap masyarakat di sekitar proyek...
Salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan yaitu ...
Griya Idola kembali berbagi dalam acara amal yang diselenggarakan di kantor Desa...
Tahun ini menjadi tahun yang bermakna bagi Griya Idola, yang telah sukses meleba...
Masa pandemi yang terjadi beberapa tahun lalu memang telah berakhir. Namun masa ...
Tepatnya pada Senin, 19 Juni 2023, PT Erajaya Swasembada, Tbk. yang merupakan sa...
Dalam menghadapi beberapa tahun masa pandemi di Indonesia, Griya Idola Industria...
Khusus bulan ini dapatkan langsung LUCKY ANGPAO dengan total nilai 40 MILI...
Griya Idola Industrial Park, 16/12/2022
Manajemen Griya Idola Industrial Park (GIIP) konsisten memberikan pelayanan yang...
Griya Idola Industrial Park, 27/07/2022
Menyambut bulan kemerdekaan RI, Griya Idola Industrial Park mempersembahkan Se...
Griya Idola Industrial Park, 21/04/2022
Setelah sukses dengan penjualan pada tahap sebelumnya, sisa stok pada tahap 2 te...
Kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng yang terjadi sejak akhir tahun 2021,...
Berbagai sektor bisnis, termasuk sektor properti di Indonesia telah mengalami pa...
Khusus bulan ini dapatkan langsung LUCKY ANGPAO dengan total nilai 26 MILIAR RU...
Pelajari kondisi market investasi properti pasca pandemi langsung dari Colliers,...
Jakarta, 04 Oktober 2021- Kerjasama antar pihak merupakan faktor penting demi te...
Khusus bulan ini dapatkan langsung LUCKY ANGPAO dengan total nilai 16 MILIAR RU...
Kementrian Perindustrian telah merilis video terbaru yang bertujuan untuk menduk...
Setelah menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility bertajuk Griya ...
Griya Idola Industrial Park, 07/01/2021
Setelah sukses dengan penjualan pada tahap sebelumnya, kini Tahap IV kini telah ...
Griya Idola Industrial Park (GIIP), sebagai salah satu kawasan industri eksklusi...
Program ramah lingkungan memiliki peranan penting dalam ekosistem namun tidak da...
Sebagai kawasan industri ter-eksklusif di barat Jakarta, ratusan perusahaan dan ...
Dalam rangka meningkatkan peluang investasi melalui Kawasan Industri (KI) di Ind...
Jakarta (18/10) – Griya Idola Industrial Park (GIIP) merupakan kawasan ind...
Dewi Ekawati, 16/10/2019
Seiring dengan perkembangan teknologi terkini, Industri 4.0 menghubungkan data d...
Kegiatan yang diadakan untuk pertamakalinya di kawasan Griya Idola Industrial Pa...
Griya Idola Industrial Park, 19/09/2019
Pada hari Kamis 22 Agustus 2019, di kawasan komersial The Grid yang berada di Gr...
Griya Idola Industrial Park, 18/09/2019
Kemudahan akses dalam mendapatkan barang-barang kebutuhan untuk renovasi atau me...
beritasatu.com, 02/08/2019
PT Griya Tirta Asri (GTA), anak usaha PT Barito Pacifik Tbk mengembangkan kawa...
PT Griya Tirta Asri berhasil menggaet pembeli baru untuk mengisi kawasan in...