PT Griya Tirta Asri (GTA), anak usaha PT Barito Pacifik Tbk mengembangkan kawasan industri seluas 50 hektare di koridor barat Jakarta. Pengembangan ini untuk menjawab ketimpangan pertumbuhan kawasan industri yang memusat di koridor timur.
Terkait pengembangan proyek tersebut, GTA menggandeng konsultan properti Colliers International sebagai konsultan marketing. Kawasan bernama Griya Idola Industrial Park (GIIP) itu berlokasi di Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten. "Kawasan yang dikembangkan seluas 50 hektare,” ujar Senior Associate Director / Industrial Services Colliers International Rivan Munansa, di Jakarta, pekan lalu.
Selama ini, kata Rivan, pengembangan kawasan industri cenderung bergerak ke koridor timur Jakarta, seperti Cikarang. Kawasan industri terkonsentrasi di koridor timur karena komunitas industri, khususnya yang berbasis di Jepang, ada di wilayah ini. Sektor-sektor industri seperti otomotif, consumer goods, dan lain-lain, banyak dikembangkan di koridor ini. Masifnya pertumbuhan kawasan industri di koridor timur juga dipengaruhi tingginya permintaan (demand).
"Tapi dari analisa saya, di daerah barat sudah mulai berkembang. Akses tol juga semakin bagus," tegas Rivan.
Koridor barat Jakarta, lanjut Rivan, berpotensi besar untuk berkembang sebagai kawasan industri. Apalagi,saat ini tidak mudah mencari kawasan industri di Jakarta yang murni kawasan industri. "Nah, peluang itu yang ditangkap," ujar dia.
GIIP Bitung telah melakukan groundbreaking pada awal April lalu. Pengembang menargetkan kawasan ini sudah beroperasi pada akhir tahun ini. Untuk tahap pertama akan dikembangkan gudang multi guna 20 unit. Selain itu, juga disiapkan lahan seluas 30 hektare yang akan ditawarkan ke tenant anker. "Konsep kawasannya unik. Di tengah kawasan industri ada danau atau restoran," jelas Rivan.
Kawasan industri ini akan membidik beragam sektor industri. Secara khusus, sektor industri yang berkembang di koridor barat adalah kontainet, chemical, consumer goods, dan sektor – sektor lain. Hanya saja, Rivan mengakui, koridor barat belum membidik sektor otomotif karena industri pendukungnya lebih banyak di koridor timur.
"Di koridor barat juga banyak pengembangan hunian. Mungkin akan banyak industri suplai material,” ujar Rivan.
Sebelumnya, Associate Director/Research Collier International Ferry Salanto mengatakan, serapan pasar di kawasan industri, kata Ferry, dikuasai oleh sektor costumer goods sebesar 35,45 persen, lalu disusul food & beverage sebesar 17,22 persen.